Cerita ini merupakan renungan buat orang2 yang super sibuk dan bahkan tidak pernah / jarang bergaul kumpul dg keluarganya.
Dikutip dari internet dan semoga bermanfaat bagi kita semua.
Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.
“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”
“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”
Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”
Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.
Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.
“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”
Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.
Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.
“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”
Gimana, terharu kan baca cerita renungan tersebut??
Mumpung masih diberi kesehatan, kumpul dan bergaulah dg keluarga tercinta serta luangkan waktu sejenak untuk bisa memberikan kasih sayang dan perhatian kepada keluarga tercinta.
Senin, 13 Agustus 2012
Sebab sebab turunnya surat Al-falaq dan An-nas
Dalam suatu riwayat dikemukan bahwa Rosulullah saw. pernah sakit yang agak parah, sehingga datanglah kepadanya dua malaikat,yang satu duduk di sebelah kepalanya dan yang satu lagi di sebelah kakinya. Berkatalah malaikat di sebelah kakinya kepada yang ada di sebelah kepalanya
“Apa yang engkeau lihat?” Ia berkata : ” Dia kena guna-guna “. “Apa
guna-guna itu?”. “Guna-guna“Apa yang engkeau lihat?” Ia berkata : ” Dia kena guna-guna “. “Apa
itu sihir”.”Siapa yang
membuat sihirnnya?”. Ia
menjawab : “Labid bin al-
A’sham Alyahudi yang sihirnya berupa gulungan
yang disimpan di sumur
keluarga si Anu di bawah
sebuah batu besar. Datanglah
ke sumur itu, timbalah airnya
dan angkat batunya kemudian ambillah
gulungannya dan bakarlah”.
Pagi pagi hari Rasulullah saw.
mengutus ‘Ammar bin Yasir
dengan kawan-kawannya.
Setibanya di sumur itu tampaklah arinya merah
seperti air pacar. Air itu
ditimbanya dan diangkat
batunya serta dikeluarkan
gulungannya terus dibakar
dan ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang
terdiri atas sebelas simpul.
(Kedua surat ini (S.113 dan
114) turun berkenaan dengan
peristiwa itu. Setiap kali
Rasulullah mengucapkan satu ayat terbukalah simpulnya,
(Diriwayatkan oleh al-Baihaqi
di dalam kitab Dala’ilun
Nubuwah dari al-Kalbi dari
Abi Shalih yang bersumber
dari Ibnu Abbas. Keterangan:
Dalam kita Bukhari terdapat
syahid (penguat) Hadits) yang
ceriteranya seperti itu, tapi
tidak menyebutkan sebab
turunya dua surat itu. Dalam riwayat lain ada shahid yang
ceritanya seperti itu dan
menyebutkan turunya kedua
surat itu.
Dalam riwayat lain
dikemukakan bahwa kaum yahudi membuatkan
makanan bagi Rasulullah saw.
Setelah makan makanan itu
tiba-tiba Rasulullah sakit keras
sehingga Sahabat-sahabatnya
mengira bahwa penyakit itu timbul dari perbuatan Yahudi
itu. Maka turunlah Jibril
membawa dua surat ini (S.113
dan S 114) dan membacakan
ta’udz.
Setelah itu juga Rasulullah keluar menemui Shahabat-
shahabatnya dalam keadaa
sehat Wal’afiat.
(Diriwayatkan oleh Abu
Na’im dalam kitab ad-Dalail
dari Abi Jafar ar-Razi bin Anas yang bersumber dari Anas bin
Malik) sumber :ASBABUN NUZUL,
K.H.Q SHALEH, H.A.A DAHLAN,
PROF. DR. H.M.D. DAHLAN)
link download Alfalaq dan Annas mp3 http://quran.jalisi.com/114nas_01.mp3
http://quran.jalisi.com/113falaq_01.mp3
Minggu, 12 Agustus 2012
Mengenal Surat Al-Fatihah
Surat Al-Fatihah yang merupakan surat pertama dalam Al Qur’an dan terdiri dari 7 ayat adalah masuk kelompok surat Makkiyyah, yakni surat yang diturunkan saat Nabi Muhammad di kota Mekah. Dinamakan Al-Fatihah, lantaran letaknya berada pada urutan pertama dari 114 surat dalam Al Qur’an. Para ulama
bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan intisari dari seluruh kandungan Al Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat sesudahnya. Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semua itu tercermin dalam ekstrak surat Al Fatihah.
Nama Lain Surat Al Fatihah
Surat Al Fatihah memiliki banyak nama. Di antaranya; Fatihatul Kitab (pembuka kitab/Al Qur’an). Karena Al Qur’an, secara penulisan dibuka dengan surat ini. Demikian pula dalam shalat, Al Fatihah sebagai pembuka dari surat-surat lainnya. Al Fatihah dikenal juga dengan sebutan As Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang). Disebabkan surat ini dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at dalam shalat. Dinamakan juga dengan Ummul Kitab. Karena di dalamnya mencakup pokok-pokok Al Qur’an, seperti aqidah dan ibadah. Menurut al-Qurtubhi surat al-Fatihah memiliki 12 nama, yakni al-salah (salat, doa), fatihatul kitab (induk alkitab), ummul kitab (induk al-Quran), al-matsani (berulang-ulang), al-quranul ‘azhim (al-Quran yang agung), asy-syifa (penawar, obat, penyembuh), ar-ruqyah (rukyah), al-asas (fondasi), al-wafiyah (yang menyeluruh, komprehensif), al-kafiyah (yang sempurna) dan al-fatihah (pembuka).
Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : Al-Hamdulillah (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As-Sabul Matsaani dan Al-Qur’anul Adhim. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Dinamakan dengan Ummul Kitab atau Umul Qur’an, yaitu induk Al-Qur’an, karena di dalamnya mencakup inti ajaran Al-Quran.
Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu). Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)
Al Fatihah Adalah Surat Paling Agung Dalam Al Quran
Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari, dinukil dari Riyadhush Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)
Al-Fatihah adalah surat yang paling utama. Dari Anas bin Malik ra. berkata: Tatkala Nabi saw dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata: “Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam al-Quran? Anas berkata: Kemudian Nabi saw membacakan ayat ‘segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’
Al-Fatihah dapat digunakan untuk meruqyah. Dari Abi Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah ra (keduanya) berkata: “Rosulullah saw bersabda, surat pembuka al-Kitab dapat menyembuhkan dan menawarkan racun.” Mengucapkan amin akan menghapus dosa-dosa. Dari Abu Hurairah ra., Sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Jika imam mengucapkan ‘ghoiril magdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka sambutlah dengan ucapan ‘amin’, karena para malaikatpun mengucapkan ‘amin’ dan sesungguhnya imampun mengucapkan ‘amin’ pula. Maka barang siapa yang ucapan ‘amin’-nya sesuai dengan ucapan malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
Allah tidak pernah menurunkan dalam Taurat dan Injil yang seperti surat Al-Fatihah. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Al-Fatihah adalah Ruqyah, yaitu jampi-jampi untuk mengobati penyakit. (HR. Bukhari). Shalat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. (HR. Muslim dan An-Nasa’i).
Al-Fatihah adalah dialog hamba dengan Allah Taa’la. (HR. Muslim dan An-Nasa?i). Dari Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa shalat yang tidak membaca di dalamnya Ummul Qur’an (Al-Fatihah) maka shalatnya tidak sempurna (Rasulullah SAW mengulanginya tiga kali).
Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah r.a : Bagaimana apabila kita dibelakang imam. Abu Hurairah r.a menjawab: Bacalah (Al-Fatihah) dalam dirimu, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku membagi shalat (Al-Fatihah) antara Aku dengan hambaKu menjadi dua bagian dan bagi hambaKu apa yang dia minta.
Apabila dia (hamba) mengucapkan: Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Allah Taa’la menjawab: Hambaku memujiKu.Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Taa’la menjawab: HambaKu menyanjung-nyanjungKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Yang menguasai hari pembalasan.
Allah Taa’la menjawab: HambaKu mengagung-agungkanKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah antara Aku dengan hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. (HR. Muslim dan An-Nasai).
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya) surat Al-Fatihah
Sebagaimana diriwatkan oleh Ali bin Abi Tholib mantu Rosulullah Muhammad saw: “Surat al-Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy’”
Riwayat lain menyatakan, Amr bin Shalih bertutur kepada kami: “Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rosulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.” Link donload mp3 AL-FATIHAH : http://quran.jalisi.com/001fatiha_01.mp3
bersepakat bahwa surat yang diturunkan lengkap ini merupakan intisari dari seluruh kandungan Al Qur’an yang kemudian dirinci oleh surat-surat sesudahnya. Surat Al-Fatihah adalah surat Makkiyyah, yaitu surat yang diturunkan di Mekkah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Surat ini berada di urutan pertama dari surat-surat dalam Al-Qur’an dan terdiri dari tujuh ayat. Tema-tema besar Al Qur’an seperti masalah tauhid, keimanan, janji dan kabar gembira bagi orang beriman, ancaman dan peringatan bagi orang-orang kafir serta pelaku kejahatan, tentang ibadah, kisah orang-orang yang beruntung karena taat kepada Allah dan sengsara karena mengingkari-Nya, semua itu tercermin dalam ekstrak surat Al Fatihah.
Nama Lain Surat Al Fatihah
Surat Al Fatihah memiliki banyak nama. Di antaranya; Fatihatul Kitab (pembuka kitab/Al Qur’an). Karena Al Qur’an, secara penulisan dibuka dengan surat ini. Demikian pula dalam shalat, Al Fatihah sebagai pembuka dari surat-surat lainnya. Al Fatihah dikenal juga dengan sebutan As Sab’ul Matsani (tujuh yang diulang-ulang). Disebabkan surat ini dibaca berulang-ulang pada setiap raka’at dalam shalat. Dinamakan juga dengan Ummul Kitab. Karena di dalamnya mencakup pokok-pokok Al Qur’an, seperti aqidah dan ibadah. Menurut al-Qurtubhi surat al-Fatihah memiliki 12 nama, yakni al-salah (salat, doa), fatihatul kitab (induk alkitab), ummul kitab (induk al-Quran), al-matsani (berulang-ulang), al-quranul ‘azhim (al-Quran yang agung), asy-syifa (penawar, obat, penyembuh), ar-ruqyah (rukyah), al-asas (fondasi), al-wafiyah (yang menyeluruh, komprehensif), al-kafiyah (yang sempurna) dan al-fatihah (pembuka).
Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata : telah bersabda Rasulullah SAW : Al-Hamdulillah (Al-Fatihah) adalah Ummul Qur’an, Ummul Kitab, As-Sabul Matsaani dan Al-Qur’anul Adhim. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Dinamakan dengan Ummul Kitab atau Umul Qur’an, yaitu induk Al-Qur’an, karena di dalamnya mencakup inti ajaran Al-Quran.
Membaca Al-Fatihah Adalah Rukun Shalat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul Kitab (Al Fatihah).” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu). Dalam sabda yang lain beliau mengatakan yang artinya, “Barangsiapa yang shalat tidak membaca Ummul Qur’an (surat Al Fatihah) maka shalatnya pincang (khidaaj).” (HR. Muslim)
Al Fatihah Adalah Surat Paling Agung Dalam Al Quran
Dari Abu Sa’id Rafi’ Ibnul Mu’alla radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Maukah kamu aku ajari sebuah surat paling agung dalam Al Quran sebelum kamu keluar dari masjid nanti?” Maka beliau pun berjalan sembari menggandeng tanganku. Tatkala kami sudah hampir keluar maka aku pun berkata; Wahai Rasulullah, Anda tadi telah bersabda, “Aku akan mengajarimu sebuah surat paling agung dalam Al Quran?” Maka beliau bersabda, “(surat itu adalah) Alhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin (surat Al Fatihah), itulah As Sab’ul Matsaani (tujuh ayat yang sering diulang-ulang dalam shalat) serta Al Quran Al ‘Azhim yang dikaruniakan kepadaku.” (HR. Bukhari, dinukil dari Riyadhush Shalihin cet. Darus Salam, hal. 270)
Al-Fatihah adalah surat yang paling utama. Dari Anas bin Malik ra. berkata: Tatkala Nabi saw dalam sebuah perjalanan lalu turun dari kendaraannya, turun pula seorang lelaki di samping beliau. Lalu Nabi menoleh ke arah lelaki tersebut kemudian berkata: “Maukah kamu aku beritahukan surat yang paling utama di dalam al-Quran? Anas berkata: Kemudian Nabi saw membacakan ayat ‘segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.’
Al-Fatihah dapat digunakan untuk meruqyah. Dari Abi Sa’id al-Khudry dan Abu Hurairah ra (keduanya) berkata: “Rosulullah saw bersabda, surat pembuka al-Kitab dapat menyembuhkan dan menawarkan racun.” Mengucapkan amin akan menghapus dosa-dosa. Dari Abu Hurairah ra., Sesungguhnya Nabi saw bersabda: “Jika imam mengucapkan ‘ghoiril magdhubi ‘alaihim waladh dhallin’, maka sambutlah dengan ucapan ‘amin’, karena para malaikatpun mengucapkan ‘amin’ dan sesungguhnya imampun mengucapkan ‘amin’ pula. Maka barang siapa yang ucapan ‘amin’-nya sesuai dengan ucapan malaikat, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.
Allah tidak pernah menurunkan dalam Taurat dan Injil yang seperti surat Al-Fatihah. (HR. At-Tirmidzi dengan sanad sahih). Al-Fatihah adalah Ruqyah, yaitu jampi-jampi untuk mengobati penyakit. (HR. Bukhari). Shalat tidak sah tanpa membaca Al-Fatihah. (HR. Muslim dan An-Nasa’i).
Al-Fatihah adalah dialog hamba dengan Allah Taa’la. (HR. Muslim dan An-Nasa?i). Dari Abu Hurairah r.a dari Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa shalat yang tidak membaca di dalamnya Ummul Qur’an (Al-Fatihah) maka shalatnya tidak sempurna (Rasulullah SAW mengulanginya tiga kali).
Lalu ditanyakan kepada Abu Hurairah r.a : Bagaimana apabila kita dibelakang imam. Abu Hurairah r.a menjawab: Bacalah (Al-Fatihah) dalam dirimu, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Azza wa Jalla berfirman: Aku membagi shalat (Al-Fatihah) antara Aku dengan hambaKu menjadi dua bagian dan bagi hambaKu apa yang dia minta.
Apabila dia (hamba) mengucapkan: Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Allah Taa’la menjawab: Hambaku memujiKu.Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Taa’la menjawab: HambaKu menyanjung-nyanjungKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Yang menguasai hari pembalasan.
Allah Taa’la menjawab: HambaKu mengagung-agungkanKu. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah antara Aku dengan hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. Dan apabila dia (hamba) mengucapkan: Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Allah Taa’la menjawab: Ini adalah untuk hambaKu dan bagi hambaKu apa yang dia minta. (HR. Muslim dan An-Nasai).
Asbabun Nuzul (Sebab-sebab turunnya) surat Al-Fatihah
Sebagaimana diriwatkan oleh Ali bin Abi Tholib mantu Rosulullah Muhammad saw: “Surat al-Fatihah turun di Mekah dari perbendaharaan di bawah ‘arsy’”
Riwayat lain menyatakan, Amr bin Shalih bertutur kepada kami: “Ayahku bertutur kepadaku, dari al-Kalbi, dari Abu Salih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Nabi berdiri di Mekah, lalu beliau membaca, Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Kemudian orang-orang Quraisy mengatakan, “Semoga Allah menghancurkan mulutmu (atau kalimat senada).”
Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rosulullah saw. bersabda saat Ubai bin Ka’ab membacakan Ummul Quran pada beliau, “Demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, Allah tidak menurunkan semisal surat ini di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran. Sesungguhnya surat ini adalah as-sab’ul matsani (tujuh kalimat pujian) dan al-Quran al-’Azhim yang diberikan kepadaku.” Link donload mp3 AL-FATIHAH : http://quran.jalisi.com/001fatiha_01.mp3
Saat cinta tlah terbagi
Nama ku chindy….aku remaja ingusan 19 tahun yang udah ngalamin cobaan2 yang aku rasa berat….singkat cerita nih,ayah aku tu seorang pengusaha sangkar burung yang sukses banget tapi di awal tahun 2006 beliau bangkrut,di khianatin sama teman kerjanya.MIRIS!!! setelah itu,beliau mencoba bangkit dari keterpurukannya dan mencoba tes buat jadi karyawan swasta.dan ternyata lolos.ayahku mulai bekerja menjadi kryawan sebuah kantor swasta dengan gaji yang lumayan banyak lah cukup buat hidup sehari2.tapi….setelah beliau bekerja di sana beliau jadi terlibat perselingkuhan,aku berkata begini karena aku menyaksikannya sendiri.singkat cerita juga ibu aku gak terima di perlakukan seperti itu,dan naas nya ibu ku
malah membalas dengan perselingkuhan pula.beliau mulai berani jalan dengan teman laki2nya..bahkan aku pernah dengar dia masuk hotel dengan salah satu teman laki2nya.bisa di bayangin betapa hancurnya hati aku?? sakitt banget kalo aku gak punya iman mungkin aku udah melakukan hal2 yang menyesatkan.tapi bersyukur aku masih bisa mengontrol diriku.intinya keluarga aku RUSAKKK Saat aku mengalami keterpurukan ku yang luar biasa ini seorang laki2 datang menawarkan kasihnya padaku,namanya vincent usianya 2 tahun di atasku.dia begitu sabar terhadapku….dan juga terhadap keluargaku.Kami mulai menjalin hubungan 1 oktober 2009 jam 10:41…aku sangat mengingatnya.betapa
bahagianya aku hari itu.Hari berganti hari,tahun berganti tahun tidak terasa hub kami sudah 2 tahun…banyak sekali ujian bagi hubungan kami ini.tapi semua itu mampu kami lewati karna besarya cinta kami.tapi tidak untuk masalah yang kali ini Yaaa…. Orang ke-3…sejak vincent pindah tempat kerja dia mulai berbeda.ada seorang cewek yang aku tahu namanya Tisya.awalnya Tisya yang ngejar2 vincent.setahu aku vincent ituorangnya gak mudah tertarik sama cewek tapi ternyata aku salah.suatu ketika aku membuka hape nya vincent ada beberapa sms dari Tisya
Tisya mesagge::Sayang abis ini aku melucur ke kafe tunggu aku ya sayang.lalu aku buka balasan sms vincent ke tisya aku berharap balasan itu tidak ada.tapi ternyata ada.aku buka pelan2… Vincent mesagge::Iya sayyanggkuuu aku tunggu ya..muach……Ya Tuhan kaget banget aku.aku tanya pelan2 sama vincent “sayang ini maksudnya apa??kok kamu manggilnya sayang2 sih ke tisya”aku lihat sorot mata gugup dari mata vincent.tapi dia mencoba menjawab setenang mungkin.”ya ampun kok bisa sih padahal aku gak bales sms dia lho sayang..ohh ini pasti ulahnya si Dikko,dia emang usil banget sayang suka baca2 sms aku gitu.beneran deh yank bukan aku yang balesin masa kamu gak percaya sih sama aku?”terpaksa aku mempercayainya.tapi tidak 100%..singkat cerita aku mulai menyelidiki hubungan mereka.dan ternyata memang
benar mereka ada hubungan!! suatu ketika ada seorang cewe yang ngasih tau aku.kalo vincent sering ngasih cokelat ke tisya kalau tisya marah.padahal kalau aku yang marah vincent malah balik marah ke aku.merasa tidak adil,kenapa harus terjadi yang seperti ini apa kurangnya aku ke vincent.aku gak pernah nuntut macem2 sama vincent tapi kenapa dia bisa tega sama aku.lalu aku mulai add facebook teman2 kerja vincent.aku mau telusuri foto2 mereka dan ternyata banyak sekali foto mesra mereka,di kafe,mall,bahkan di pantai pun ada.bisa kalian bayangin kan gimana rasanya. Sabtu sore sepulang kerja aku ajak vincent ke taman buat bicaraain ini baik2.dan akhirnya vincent mengaku kalau memang dia menyayangi tisya,dia cinta sama tisya,dan gak bisa untuk lebih miilih salah satu antara aku/tisya.Vincent nangis dan memohon untuk di beri kesempatan.dia minta waktu untuk dia bisa melupakan Tisya.aku menurut saja karna aku sangat mencintai Vincent.Setiap malam aku berdoa buat hubungan ini.aku minta yang terbaik untuk hubungan aku dan Vincent.Tapi Tuhan menjawab lain.semakin hari vincent malah semakin berani dengan hubungannya bersama Tisya….Aku sering denger dari teman2ku kalau mereka bertemu vincent dan tisya di tempat2 umum berduaan.itu udah menunjukkan betapa beraninya mereka. tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa.Vincent tidak mau melepasku tapi aku tersiksa dengan keadaan seperti ini.lalu aku merenungi kejadian ini.semua kembali ke aku.Ayah dan ibuku saling mengkhianati dan berselingkuh…akhirnya anak yang jadi korban.mungkin seperti inilah perasaan suami/ istri selingkuhan ayah dan ibuku.aku baru masa pacaran bagaimana dengan mereka yang sudah menikah dan mempunyai anak.betapa sakitnya hati mereka.kalau sudah seperti ini siapa yang harus di salahkan??Tidak ada!! semua terjadi dengan sendirinya.akan selalu begitu.dan saat ini aku memutuskan untuk keluar dari semuanya.lebih mendekatkan diriku pada Tuhan.berharap Tuhan pulihkan hidupku dan juga keluargaku.satu hal yang harus kita pegang HUKUM KARMA MASIH BERLAKU ….. Brbuat baik pada siapa pun.dan menjaga kesetiaan itu
penting.Aku sudah mengalaminya.pedih
sekali,sekecil apapun perbuatan kita pasti ada balasannya…Tentang aku dan Vincent kami masih bersama tapi aku bertekad aku pasti keluar dari semua ini.hidup ku tidak hanya untuk menanti kesetiaan seorang playboy.karena aku percaya Tuhan sudah sediakan jodoh terbaik buat aku.ayah dan ibuku masih belum berubah.tetap pada perbuatannya….Tapi suatu saat mereka pasti sadar dan bisa menjadi orang Tua yang terbaik untukku dan adikku.kisahku mungkin sederhana.tapi aku berharap ini bisa menjadi inspirasi untuk orang di sekitarku….untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi… Amin Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi bagaimana menurut sahabat aneka remaja? hemm kalo menurut aq jangan pernah cinta terbagi, gak baek lho cinta cukup 1 aja natr nyakiti hati orang kan kasian, mencintai dan di cintai lebih baik, so jangn pernah mainkan hati orang oke!!!
malah membalas dengan perselingkuhan pula.beliau mulai berani jalan dengan teman laki2nya..bahkan aku pernah dengar dia masuk hotel dengan salah satu teman laki2nya.bisa di bayangin betapa hancurnya hati aku?? sakitt banget kalo aku gak punya iman mungkin aku udah melakukan hal2 yang menyesatkan.tapi bersyukur aku masih bisa mengontrol diriku.intinya keluarga aku RUSAKKK Saat aku mengalami keterpurukan ku yang luar biasa ini seorang laki2 datang menawarkan kasihnya padaku,namanya vincent usianya 2 tahun di atasku.dia begitu sabar terhadapku….dan juga terhadap keluargaku.Kami mulai menjalin hubungan 1 oktober 2009 jam 10:41…aku sangat mengingatnya.betapa
bahagianya aku hari itu.Hari berganti hari,tahun berganti tahun tidak terasa hub kami sudah 2 tahun…banyak sekali ujian bagi hubungan kami ini.tapi semua itu mampu kami lewati karna besarya cinta kami.tapi tidak untuk masalah yang kali ini Yaaa…. Orang ke-3…sejak vincent pindah tempat kerja dia mulai berbeda.ada seorang cewek yang aku tahu namanya Tisya.awalnya Tisya yang ngejar2 vincent.setahu aku vincent ituorangnya gak mudah tertarik sama cewek tapi ternyata aku salah.suatu ketika aku membuka hape nya vincent ada beberapa sms dari Tisya
Tisya mesagge::Sayang abis ini aku melucur ke kafe tunggu aku ya sayang.lalu aku buka balasan sms vincent ke tisya aku berharap balasan itu tidak ada.tapi ternyata ada.aku buka pelan2… Vincent mesagge::Iya sayyanggkuuu aku tunggu ya..muach……Ya Tuhan kaget banget aku.aku tanya pelan2 sama vincent “sayang ini maksudnya apa??kok kamu manggilnya sayang2 sih ke tisya”aku lihat sorot mata gugup dari mata vincent.tapi dia mencoba menjawab setenang mungkin.”ya ampun kok bisa sih padahal aku gak bales sms dia lho sayang..ohh ini pasti ulahnya si Dikko,dia emang usil banget sayang suka baca2 sms aku gitu.beneran deh yank bukan aku yang balesin masa kamu gak percaya sih sama aku?”terpaksa aku mempercayainya.tapi tidak 100%..singkat cerita aku mulai menyelidiki hubungan mereka.dan ternyata memang
benar mereka ada hubungan!! suatu ketika ada seorang cewe yang ngasih tau aku.kalo vincent sering ngasih cokelat ke tisya kalau tisya marah.padahal kalau aku yang marah vincent malah balik marah ke aku.merasa tidak adil,kenapa harus terjadi yang seperti ini apa kurangnya aku ke vincent.aku gak pernah nuntut macem2 sama vincent tapi kenapa dia bisa tega sama aku.lalu aku mulai add facebook teman2 kerja vincent.aku mau telusuri foto2 mereka dan ternyata banyak sekali foto mesra mereka,di kafe,mall,bahkan di pantai pun ada.bisa kalian bayangin kan gimana rasanya. Sabtu sore sepulang kerja aku ajak vincent ke taman buat bicaraain ini baik2.dan akhirnya vincent mengaku kalau memang dia menyayangi tisya,dia cinta sama tisya,dan gak bisa untuk lebih miilih salah satu antara aku/tisya.Vincent nangis dan memohon untuk di beri kesempatan.dia minta waktu untuk dia bisa melupakan Tisya.aku menurut saja karna aku sangat mencintai Vincent.Setiap malam aku berdoa buat hubungan ini.aku minta yang terbaik untuk hubungan aku dan Vincent.Tapi Tuhan menjawab lain.semakin hari vincent malah semakin berani dengan hubungannya bersama Tisya….Aku sering denger dari teman2ku kalau mereka bertemu vincent dan tisya di tempat2 umum berduaan.itu udah menunjukkan betapa beraninya mereka. tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa.Vincent tidak mau melepasku tapi aku tersiksa dengan keadaan seperti ini.lalu aku merenungi kejadian ini.semua kembali ke aku.Ayah dan ibuku saling mengkhianati dan berselingkuh…akhirnya anak yang jadi korban.mungkin seperti inilah perasaan suami/ istri selingkuhan ayah dan ibuku.aku baru masa pacaran bagaimana dengan mereka yang sudah menikah dan mempunyai anak.betapa sakitnya hati mereka.kalau sudah seperti ini siapa yang harus di salahkan??Tidak ada!! semua terjadi dengan sendirinya.akan selalu begitu.dan saat ini aku memutuskan untuk keluar dari semuanya.lebih mendekatkan diriku pada Tuhan.berharap Tuhan pulihkan hidupku dan juga keluargaku.satu hal yang harus kita pegang HUKUM KARMA MASIH BERLAKU ….. Brbuat baik pada siapa pun.dan menjaga kesetiaan itu
penting.Aku sudah mengalaminya.pedih
sekali,sekecil apapun perbuatan kita pasti ada balasannya…Tentang aku dan Vincent kami masih bersama tapi aku bertekad aku pasti keluar dari semua ini.hidup ku tidak hanya untuk menanti kesetiaan seorang playboy.karena aku percaya Tuhan sudah sediakan jodoh terbaik buat aku.ayah dan ibuku masih belum berubah.tetap pada perbuatannya….Tapi suatu saat mereka pasti sadar dan bisa menjadi orang Tua yang terbaik untukku dan adikku.kisahku mungkin sederhana.tapi aku berharap ini bisa menjadi inspirasi untuk orang di sekitarku….untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi… Amin Cerpen Cinta 2012 : Saat Cinta Tlah Terbagi bagaimana menurut sahabat aneka remaja? hemm kalo menurut aq jangan pernah cinta terbagi, gak baek lho cinta cukup 1 aja natr nyakiti hati orang kan kasian, mencintai dan di cintai lebih baik, so jangn pernah mainkan hati orang oke!!!
Wanita tua yang ingin membeli Yusuf
Konon ketika Yusuf dijual
pada orang-orang Mesir, maka
mereka itu
memperlakukannya dengan
ramah. Banyak para pembeli
dan karena itu, para pedagang memberikan harga padanya
senilai dengan minyak kesturi
dari lima sampai sepuluh kali
berat badannya. Sementara
itu, dalam kegirangan yang
amat sangat, seorang wanita tua lari mendekat, dan
menyelusup di antara para
pembeli itu, ia pun berkata
pada salah seorang bangsa
Mesir, “Biarlah kubeli orang
Kanaan itu, karena aku ingin sekali memiliki orang muda
itu. Aku telah memintal
sepuluh kumparan benang
untuk membeli dia, maka
ambillah benang itu dan
berikan Yusuf padaku, kemudian selesailah perkara
itu.” Para pedagang tersenyum dan
berkata, “Keluguanmu telah
menyesatkan dirimu. Mutiara
pelik ini tidak teruntuk
bagimu; orang-orang itu telah
menawarnya dengan seratus barang-barang berharga. Mana
mungkin kau menyaingi
mereka dengan beberapa
kumparan benangmu?”
Sambil menatap wajah
mereka, wanita tua itu berkata, “Aku tahu betul
bahwa kau tak akan
menjualnya dengan begitu
murah, tetapi cukuplah
bagiku kalau kawan-kawan
dan musuh-musuhku akan mengatakan ‘Wanita tua ini
terrnasuk salah seorang yang
ingin membeli Yusuf.’” Siapa yang tak bercita-cita tak
akan pernah sampai ke
kerajaan tak berbatas itu.
Dikuasai oleh keinginan yang
mulia ini, seorang pangeran
agung memandang kerajaan duniawinya sebagai debu.
Ketika disadarinya betapa
hampa kebangsawanannya
yang bersifat sementara itu, ia
pun memutuskan bahwa
kebangsawanan ruhani sama harganya dengan seribu
kerajaan dunia.
pada orang-orang Mesir, maka
mereka itu
memperlakukannya dengan
ramah. Banyak para pembeli
dan karena itu, para pedagang memberikan harga padanya
senilai dengan minyak kesturi
dari lima sampai sepuluh kali
berat badannya. Sementara
itu, dalam kegirangan yang
amat sangat, seorang wanita tua lari mendekat, dan
menyelusup di antara para
pembeli itu, ia pun berkata
pada salah seorang bangsa
Mesir, “Biarlah kubeli orang
Kanaan itu, karena aku ingin sekali memiliki orang muda
itu. Aku telah memintal
sepuluh kumparan benang
untuk membeli dia, maka
ambillah benang itu dan
berikan Yusuf padaku, kemudian selesailah perkara
itu.” Para pedagang tersenyum dan
berkata, “Keluguanmu telah
menyesatkan dirimu. Mutiara
pelik ini tidak teruntuk
bagimu; orang-orang itu telah
menawarnya dengan seratus barang-barang berharga. Mana
mungkin kau menyaingi
mereka dengan beberapa
kumparan benangmu?”
Sambil menatap wajah
mereka, wanita tua itu berkata, “Aku tahu betul
bahwa kau tak akan
menjualnya dengan begitu
murah, tetapi cukuplah
bagiku kalau kawan-kawan
dan musuh-musuhku akan mengatakan ‘Wanita tua ini
terrnasuk salah seorang yang
ingin membeli Yusuf.’” Siapa yang tak bercita-cita tak
akan pernah sampai ke
kerajaan tak berbatas itu.
Dikuasai oleh keinginan yang
mulia ini, seorang pangeran
agung memandang kerajaan duniawinya sebagai debu.
Ketika disadarinya betapa
hampa kebangsawanannya
yang bersifat sementara itu, ia
pun memutuskan bahwa
kebangsawanan ruhani sama harganya dengan seribu
kerajaan dunia.
Matematika Allah
Tidak ada satu maksud apa pun ketika menuliskan cerita
ini, semoga Allah menjaga hati
ini dari sifat riya meski sebiji
zarah pun. Jum’at lalu, saya berangkat ke
kantor dengan dada sedikit
berdegub. Melirik ukuran
bensin di dashboard motor,
masih setengah. “Yah
cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”. Namun, bukan itu yang
membuat dada ini tak henti
berdegub. Uang di kantong
saya hanya tersisa seribu
rupiah saja. Degubnya tambah
kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih
dari empat ribu rupiah saja di
rumah. Saya bertanya dalam
hati, “makan apa keluarga
saya siang nanti?” Meski
kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu,
mengingat nama besar Allah
yang Maha Melindungi semua
makhluk-Nya yang tawakal. Saya berangkat, terlebih dulu
mengantar si sulung ke
sekolahnya. Saya bilang
kepadanya bahwa hari ini
tidak usah jajan terlebih dulu.
Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa
dijemput tukang ojeg yang –
sukurnya- sudah dibayar di
muka untuk antar jemput ke
sekolah. Sepanjang jalan menuju
kantor saya terus berpikir,
dari mana saya bisa
mendapatkan uang untuk
menjamin malam nanti ada
yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan
besok tinggal bagaimana
besok saja, yang penting sore
ini bisa mendapatkan sesuatu
untuk bisa dimakan. Tiba di kantor, tiba-tiba saya
mendapatkan sebungkus mie
goreng dari seorang rekan
kantor yang sedang milad
(berulang tahun). Perut saya
yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk
segera diisi. Namun saya ingat
bahwa saya tidak memiliki
uang selain yang seribu rupiah
itu untuk makan siang. Jadi,
saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang
saja. Sepanjang hari kerja,
terhitung dua kali saya
menelepon isteri di rumah
menanyakan kabar anak-
anak. “sudah makan belum?”
si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya
Allah,” namun suaranya terasa
getir. Saat itu, anak-anak
sedang tidur siang. Pukul lima sore lebih dua
puluh menit saya bergegas ke
rumah. Sebelumnya saya
sudah berniat untuk
menginfakkan seribu rupiah
di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang
biasa ditemui di jalan raya.
Sayangnya, sepanjang jalan
saya tidak menemukan
petugas-petugas itu, mungkin
karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh
perjalanan ke rumah, adzan
maghrib berkumandang.
Motor pun terparkir di
halaman masjid, dan seketika
mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid.
“bismillaah…” saya masukkan
dua koin lima ratus rupiah ke
kotak tersebut. Usai sholat, setelah berdoa
saya meneruskan perjalanan.
Tapi sebelumnya, tangan saya
menyentuh sesuatu di
kantong celana. Rupanya satu
koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi
ke kotak amal yang sama. Sesampainya di rumah, isteri
sedang memasak mie instan.
Semangkuk mie instan sudah
tersaji, “kita makan sama-
sama yuk…” ajak si manis.
Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-
anak saja yang makan”.
Anak-anak pun lahap
menyantap mie instan plus
nasi yang dihidangkan ibu
mereka. Rasanya ingin menangis saat itu. *** Keesokan paginya, isteri
menggoreng singkong untuk
sarapan. Alhamdulillah masih
ada yang bisa dimakan.
Sebenarnya hari itu masih
punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu
meminjam sejumlah uang dan
berjanji mengembalikannya
Sabtu pagi. Namun yang
ditunggu tidak muncul.
Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri
menemui temannya itu, pun
tidak membuahkan hasil. Tiba-tiba telepon saya
berdering, “Pak, saya baru
saja mentransfer uang satu
juta rupiah ke rekening
bapak. Yang empat ratus ribu
untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki
untuk anak-anak bapak ya…”
seorang sahabat dekat
memesan buku karya saya
yang terbaru. Subhanallah, Allahu Akbar!
Saya langsung bersujud
seketika itu. Saya hanya
berinfak seribu lima ratus
rupiah dan Allah
membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini
matematika Allah, siapa yang
tak percaya janji Allah? Yang
terpenting, siang itu juga saya
buru-buru mengeluarkan
sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk
diinfakkan. *** Saya bersyukur tidak
memiliki banyak uang
maupun tabungan untuk saya
genggam. Sebab semakin
banyak yang saya miliki
tentu semakin berat pertanggungjawaban saya
kepada Allah.
ini, semoga Allah menjaga hati
ini dari sifat riya meski sebiji
zarah pun. Jum’at lalu, saya berangkat ke
kantor dengan dada sedikit
berdegub. Melirik ukuran
bensin di dashboard motor,
masih setengah. “Yah
cukuplah untuk pergi pulang ke kantor”. Namun, bukan itu yang
membuat dada ini tak henti
berdegub. Uang di kantong
saya hanya tersisa seribu
rupiah saja. Degubnya tambah
kencang karena saya hanya menyisakan uang tidak lebih
dari empat ribu rupiah saja di
rumah. Saya bertanya dalam
hati, “makan apa keluarga
saya siang nanti?” Meski
kemudian buru-buru saya hapus pertanyaan itu,
mengingat nama besar Allah
yang Maha Melindungi semua
makhluk-Nya yang tawakal. Saya berangkat, terlebih dulu
mengantar si sulung ke
sekolahnya. Saya bilang
kepadanya bahwa hari ini
tidak usah jajan terlebih dulu.
Alhamdulillah ia mengerti. Soal pulangnya, ia biasa
dijemput tukang ojeg yang –
sukurnya- sudah dibayar di
muka untuk antar jemput ke
sekolah. Sepanjang jalan menuju
kantor saya terus berpikir,
dari mana saya bisa
mendapatkan uang untuk
menjamin malam nanti ada
yang bisa dimakan oleh isteri dan dua putri saya. Urusan
besok tinggal bagaimana
besok saja, yang penting sore
ini bisa mendapatkan sesuatu
untuk bisa dimakan. Tiba di kantor, tiba-tiba saya
mendapatkan sebungkus mie
goreng dari seorang rekan
kantor yang sedang milad
(berulang tahun). Perut saya
yang sejak pagi belum terisi pun mendesak-desak untuk
segera diisi. Namun saya ingat
bahwa saya tidak memiliki
uang selain yang seribu rupiah
itu untuk makan siang. Jadi,
saya tangguhkan dulu mie goreng itu untuk makan siang
saja. Sepanjang hari kerja,
terhitung dua kali saya
menelepon isteri di rumah
menanyakan kabar anak-
anak. “sudah makan belum?”
si cantik di seberang telepon hanya menjawab, “Insya
Allah,” namun suaranya terasa
getir. Saat itu, anak-anak
sedang tidur siang. Pukul lima sore lebih dua
puluh menit saya bergegas ke
rumah. Sebelumnya saya
sudah berniat untuk
menginfakkan seribu rupiah
di kantong saya jika melewati petugas amal masjid yang
biasa ditemui di jalan raya.
Sayangnya, sepanjang jalan
saya tidak menemukan
petugas-petugas itu, mungkin
karena sudah terlalu sore. Akhirnya, sekitar separuh
perjalanan ke rumah, adzan
maghrib berkumandang.
Motor pun terparkir di
halaman masjid, dan seketika
mata ini tertuju kepada kotak amal di pojok masjid.
“bismillaah…” saya masukkan
dua koin lima ratus rupiah ke
kotak tersebut. Usai sholat, setelah berdoa
saya meneruskan perjalanan.
Tapi sebelumnya, tangan saya
menyentuh sesuatu di
kantong celana. Rupanya satu
koin lima ratus rupiah. Kemudian saya ceploskan lagi
ke kotak amal yang sama. Sesampainya di rumah, isteri
sedang memasak mie instan.
Semangkuk mie instan sudah
tersaji, “kita makan sama-
sama yuk…” ajak si manis.
Kemudian saya bilang, “abang sudah kenyang, biar anak-
anak saja yang makan”.
Anak-anak pun lahap
menyantap mie instan plus
nasi yang dihidangkan ibu
mereka. Rasanya ingin menangis saat itu. *** Keesokan paginya, isteri
menggoreng singkong untuk
sarapan. Alhamdulillah masih
ada yang bisa dimakan.
Sebenarnya hari itu masih
punya harapan. Seorang teman isteri beberapa hari lalu
meminjam sejumlah uang dan
berjanji mengembalikannya
Sabtu pagi. Namun yang
ditunggu tidak muncul.
Bahkan ketika terpaksa saya harus mengantar isteri
menemui temannya itu, pun
tidak membuahkan hasil. Tiba-tiba telepon saya
berdering, “Pak, saya baru
saja mentransfer uang satu
juta rupiah ke rekening
bapak. Yang empat ratus ribu
untuk pesanan 20 buku bapak yang terbaru. Sisanya rezeki
untuk anak-anak bapak ya…”
seorang sahabat dekat
memesan buku karya saya
yang terbaru. Subhanallah, Allahu Akbar!
Saya langsung bersujud
seketika itu. Saya hanya
berinfak seribu lima ratus
rupiah dan Allah
membalasnya dengan jumlah yang tidak sedikit. Ini
matematika Allah, siapa yang
tak percaya janji Allah? Yang
terpenting, siang itu juga saya
buru-buru mengeluarkan
sejumlah uang dari yang saya peroleh hari itu untuk
diinfakkan. *** Saya bersyukur tidak
memiliki banyak uang
maupun tabungan untuk saya
genggam. Sebab semakin
banyak yang saya miliki
tentu semakin berat pertanggungjawaban saya
kepada Allah.
Semangkok nasi putih
Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat
seorang pemuda
yang kelihatannya seperti
seorang mahasiswa berjalan
mondar mandir di depan sebuah rumah makan
cepat saji di kota
metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah
agak sepi, dengan sifat yang
segan dan
malu-malu dia masuk ke
dalam restoran tersebut.
“Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk
pemuda ini berkata kepada
pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda
pemilik rumah makan,
memperhatikan pemuda ini hanya meminta
semangkuk nasi putih dan
tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan
semangkuk penuh nasi putih
untuknya. Ketika pemuda ini menerima
nasi putih dan sedang
membayar berkata
dengan pelan : “dapatkah menyiram sedikit
kuah sayur diatas nasi saya.”
Istri pemilik rumah berkata
sambil tersenyum :
“Ambil saja apa yang engkau
suka, tidak perlu bayar !” Sebelum habis makan,
pemuda ini berpikir : “kuah
sayur gratis.”
Lalu memesan semangkuk lagi
nasi putih.
“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan
berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah
pemilik rumah makan berkata
kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa
pulang, besok akan membawa ke sekolah
sebagai makan siang saya !” Mendengar perkataan pemuda
ini, pemilik rumah makan
berpikir pemuda
ini tentu dari keluarga miskin
diluar kota , demi menuntut
ilmu datang kekota, mencari uang
sendiri untuk sekolah,
kesulitan dalam
keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik
rumah makan lalu menaruh
sepotong
daging dan sebutir telur
disembunyikan dibawah nasi,
kemudian membungkus nasi tersebut
sepintas terlihat hanya
sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada
pemuda ini. Melihat
perbuatannya, istrinya
mengetahui suaminya sedang
membantu pemuda ini, hanya
dia tidak mengerti, kenapa daging dan
telur disembunyikan di
bawah nasi ? Suaminya kemudian
membisik kepadanya :
“Jika pemuda ini melihat kita
menaruh lauk dinasinya dia
tentu akan
merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga
dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak
akan datang lagi, jika dia ket
empat
lain hanya membeli
semangkuk nasi putih, mana
ada gizi untuk bersekolah.” “Engkau sungguh baik hati,
sudah menolong orang masih
menjaga harga
dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah
engkau akan menjadi istriku ?” Sepasang suami istri muda ini
merasa gembira dapat
membantu orang
lain. “Terima kasih, saya sudah
selesai makan.” Pemuda ini
pamit kepada
mereka. Ketika dia mengambil
bungkusan nasinya, dia
membalikan badan melihat dengan pandangan
mata berterima kasih kepada
mereka. “Besok singgah lagi, engkau
harus tetap bersemangat !”
katanya sambil
melambaikan tangan, dalam
perkataannya bermaksud
mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan
datang lagi. Sepasang mata
pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai
saat itu setiap sore pemuda ini
singgah
kerumah makan mereka,
sama seperti biasa setiap hari
hanya memakan semangkuk nasi putih dan
membawa pulang sebungkus
untuk bekal
keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa
pulang setiap hari terdapat
lauk berbeda
yang tersembunyi setiap hari,
sampai pemuda ini tamat,
selama 20 tahun pemuda ini tidak
pernah muncul lagi. Pada suatu
hari, ketika suami ini sudah berumur 50
tahun lebih, pemerintah
melayangkan sebuah
surat bahwa rumah makan
mereka harus digusur, tiba-
tiba kehilangan mata pencaharian dan
mengingat anak mereka yang
disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap
bulan membuat suami istri ini
berpelukan menangis dengan
panik. Pada saat ini masuk seorang
pemuda yang memakai
pakaian bermerek
kelihatannya seperti direktur
dari kantor bonafid.
“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah
perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami
mengundang kalian membuka
kantin di
perusahaan kami, perusahaan
kami telah menyediakan
semuanya kalian hanya perlu membawa koki
dan keahlian kalian kesana,
keuntungannya
akan dibagi 2 dengan
perusahaan.” “Siapakah direktur
diperusahaan kamu ?,
mengapa begitu baik terhadap
kami? saya tidak ingat
mengenal seorang yang
begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan
terheran. “Kalian adalah penolong dan
kawan baik direktur kami,
direktur kami
paling suka makan telur dan
dendeng buatan kalian, hanya
itu yang saya tahu, yang lain setelah
kalian bertemu dengannya
dapat bertanya
kepadanya.” Akhirnya, pemuda yang
hanya memakan semangkuk
nasi putih ini muncul,
setelah bersusah payah selama
20 tahun akhirnya pemuda ini
dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang
menjadi seorang direktur
yang sukses untuk kerajaan
bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada
saat ini adalah berkat bantuan
sepasang
suami istri ini, jika mereka
tidak membantunya dia tidak
mungkin akan dapat menyelesaikan
kuliahnya dan menjadi
sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami
istri ini pamit hendak
meninggalkan
kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi
direkturnya dan dengan
membungkuk dalam-
dalam berkata kepada
mereka :”bersemangat ya ! di
kemudian hari perusahaan tergantung
kepada kalian, sampai
bertemu besok !”
seorang pemuda
yang kelihatannya seperti
seorang mahasiswa berjalan
mondar mandir di depan sebuah rumah makan
cepat saji di kota
metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah
agak sepi, dengan sifat yang
segan dan
malu-malu dia masuk ke
dalam restoran tersebut.
“Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk
pemuda ini berkata kepada
pemilik rumah makan.
Sepasang suami istri muda
pemilik rumah makan,
memperhatikan pemuda ini hanya meminta
semangkuk nasi putih dan
tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan
semangkuk penuh nasi putih
untuknya. Ketika pemuda ini menerima
nasi putih dan sedang
membayar berkata
dengan pelan : “dapatkah menyiram sedikit
kuah sayur diatas nasi saya.”
Istri pemilik rumah berkata
sambil tersenyum :
“Ambil saja apa yang engkau
suka, tidak perlu bayar !” Sebelum habis makan,
pemuda ini berpikir : “kuah
sayur gratis.”
Lalu memesan semangkuk lagi
nasi putih.
“Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan
berikan lebih banyak lagi nasinya.”
Dengan tersenyum ramah
pemilik rumah makan berkata
kepada pemuda ini.
“Bukan, saya akan membawa
pulang, besok akan membawa ke sekolah
sebagai makan siang saya !” Mendengar perkataan pemuda
ini, pemilik rumah makan
berpikir pemuda
ini tentu dari keluarga miskin
diluar kota , demi menuntut
ilmu datang kekota, mencari uang
sendiri untuk sekolah,
kesulitan dalam
keuangan itu sudah pasti. Berpikir sampai disitu pemilik
rumah makan lalu menaruh
sepotong
daging dan sebutir telur
disembunyikan dibawah nasi,
kemudian membungkus nasi tersebut
sepintas terlihat hanya
sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada
pemuda ini. Melihat
perbuatannya, istrinya
mengetahui suaminya sedang
membantu pemuda ini, hanya
dia tidak mengerti, kenapa daging dan
telur disembunyikan di
bawah nasi ? Suaminya kemudian
membisik kepadanya :
“Jika pemuda ini melihat kita
menaruh lauk dinasinya dia
tentu akan
merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga
dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak
akan datang lagi, jika dia ket
empat
lain hanya membeli
semangkuk nasi putih, mana
ada gizi untuk bersekolah.” “Engkau sungguh baik hati,
sudah menolong orang masih
menjaga harga
dirinya.”
“Jika saya tidak baik, apakah
engkau akan menjadi istriku ?” Sepasang suami istri muda ini
merasa gembira dapat
membantu orang
lain. “Terima kasih, saya sudah
selesai makan.” Pemuda ini
pamit kepada
mereka. Ketika dia mengambil
bungkusan nasinya, dia
membalikan badan melihat dengan pandangan
mata berterima kasih kepada
mereka. “Besok singgah lagi, engkau
harus tetap bersemangat !”
katanya sambil
melambaikan tangan, dalam
perkataannya bermaksud
mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan
datang lagi. Sepasang mata
pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai
saat itu setiap sore pemuda ini
singgah
kerumah makan mereka,
sama seperti biasa setiap hari
hanya memakan semangkuk nasi putih dan
membawa pulang sebungkus
untuk bekal
keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa
pulang setiap hari terdapat
lauk berbeda
yang tersembunyi setiap hari,
sampai pemuda ini tamat,
selama 20 tahun pemuda ini tidak
pernah muncul lagi. Pada suatu
hari, ketika suami ini sudah berumur 50
tahun lebih, pemerintah
melayangkan sebuah
surat bahwa rumah makan
mereka harus digusur, tiba-
tiba kehilangan mata pencaharian dan
mengingat anak mereka yang
disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap
bulan membuat suami istri ini
berpelukan menangis dengan
panik. Pada saat ini masuk seorang
pemuda yang memakai
pakaian bermerek
kelihatannya seperti direktur
dari kantor bonafid.
“Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah
perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami
mengundang kalian membuka
kantin di
perusahaan kami, perusahaan
kami telah menyediakan
semuanya kalian hanya perlu membawa koki
dan keahlian kalian kesana,
keuntungannya
akan dibagi 2 dengan
perusahaan.” “Siapakah direktur
diperusahaan kamu ?,
mengapa begitu baik terhadap
kami? saya tidak ingat
mengenal seorang yang
begitu mulia !” sepasang suami istri ini berkata dengan
terheran. “Kalian adalah penolong dan
kawan baik direktur kami,
direktur kami
paling suka makan telur dan
dendeng buatan kalian, hanya
itu yang saya tahu, yang lain setelah
kalian bertemu dengannya
dapat bertanya
kepadanya.” Akhirnya, pemuda yang
hanya memakan semangkuk
nasi putih ini muncul,
setelah bersusah payah selama
20 tahun akhirnya pemuda ini
dapat membangun kerajaaan
bisnisnya dan sekarang
menjadi seorang direktur
yang sukses untuk kerajaan
bisnisnya. Dia merasa kesuksesan pada
saat ini adalah berkat bantuan
sepasang
suami istri ini, jika mereka
tidak membantunya dia tidak
mungkin akan dapat menyelesaikan
kuliahnya dan menjadi
sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami
istri ini pamit hendak
meninggalkan
kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi
direkturnya dan dengan
membungkuk dalam-
dalam berkata kepada
mereka :”bersemangat ya ! di
kemudian hari perusahaan tergantung
kepada kalian, sampai
bertemu besok !”
Langganan:
Postingan (Atom)