Minggu, 14 April 2013

Karang kajen

Dulu waktu aku masih sekolah, Tepatnya aku lupa,tp aku msh ingat persis jika aku dulu pernah ngefans sama seseorang. Beruntung aku dulu pernah surat2an sama dia. Tak ada yg istimewa dlm surat2 ku, isinya cuma tukar2 kbr. Hingga pd suatu saat aku pdkt sma dia.. Tp kembali mentok.
. Kayanya emang dia g ada feelling sma aku. Hahaha merana lg.. Yach aku merasa cukup ngefans aja sma dia. Pada suatu saat aku pernah berharap bs ktmu dia,dan ternyata dia mau untk mewujudkan harapanku itu,yaitu ketemuan.. Biar lbh enak kami sepakat ktmu di Karangkajen… Lama aku tnggu,bahkan aku sempat nunggu di samping radio yasika ak2. Yg tentunya dl msh di am 936 khz. Tp dia g jd dtg,akhrnya aku plg dg tngan hampa. Sampe skrg aku msh ingat janjinya brtmu di krgkajen tp tak pernah ia tepati. Harapan trnyata tak sesuai kenyataan. Dan kt memang tak pernah brjodoh dlm bntuk apapun… (kisah ini cuma fiktif belaka,jk ada ksmaan tempat dan nama, itu emang g dsengaja.) Dan sekrg Karang kajen mashkah jd Pasar telo? Penantianku dpasar telo.

Disini 1 tahun lalu

“Tunggulah aku di karang kajen” itu katamu. Saat itu pun tiba dan kuingat persis. Lalu kau buat aku seperti diantara pucuk ilalang. Lalu Setengah harapanku kau bawa pergi…

“Tunggulah aku dikarang kajen” itu katamu. Saat itupun berlalu dan ku ingat persis. Dekat pasar dsebrang jalan. Dengan 2 botol minuman dan setangkai mawar…
Kini satu minumanku telah tandas, tinggal milikmu..
“Kutunggu kau di karangkajen” itu kataku. Karena kau tak pernah jadi datang. Seharusnya aku tak menunggumu.. Tetapi aku menemuimu. Kini kau tak pernah benar benar datang, biarlah… Kutunggu kau 2 tahun lagi.
Pasar telo 20 feb. 1990

Kamis, 06 Desember 2012

Sedekah laut bukan budaya Islam

Sahabat, kali ini saya ingin membahas tentang Dilema Antara "Antara Mempertahankan Kebudayaan dan Menjalankan Syariat Islam", pasti bingung kan harus bagaimana -.-.  Yah, banyak kita tahu bahwa budaya-budaya yang ada di Indonesia merupakan budaya - budaya yang timbul atau muncul sebelum datangnya Agama Islam. Budaya-budaya di Indonesia tersebut sebagian besar adalah penginggalan nenek moyang yang berasal dari ajaran atau budaya Hindhu, Budha, dan kepercayaan Animisme.
Dari sekian banyak budaya tersebut, apabila penulis melihat, banyak diantara budaya-budaya tersebut yang bertentangan dengan hukum Islam, diantaranya adalah hukum tentang Syirik, menutup aurat, boros dll. Disatu sisi kita sebagai warga Indonesia harus ikut mempertahankan budaya lokal, namum disisi lain kita sebagai umat islam harus menjalankan syariat islam, lalu apa yang harus kita perbuat ? 

Untuk menjernihkan persoalan ini, ada baiknya kita memulai dari konsep atau definisi dari istilah-istilah yang berkaitan dengan topic pembahasan. Menurut Suparlan (2003), Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya.

Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya(Parsudi Suparlan. 2003. Hubungan Antar Sukubangsa).

Dalam Budya Sedekah Laut,
Selanjutnya kembali ke pokok pembicaraan, banyak budaya di Indonesia yang masih mencapurkan atau menitikberatkan terhadap pemujaan roh - roh leluhur,  salah satu yang akan saya jadikan contoh disini adalah budaya Sedekah Laut di daerah tempat saya tinggal yaitu Cilacap, 

 

Sedekah laut merupakan kegiatan membuang sesaji, atau istilahnya adalah melarung sajen  yang dimaksudkan sebagai rasa syukur dan permohonan keselamatan para nelayan dan masyarakat sekitar Cilacap kepada sang pencipta, sang penguasa laut (sing mbaurekso) dan kepada Arwah-arwah leluhur. 

Ritual sedekah laut umumnya dilakukan pada bulan Sura atau bulan Muharam di hari-hari yang telah di tetapkan, semisal jumat kliwon dan selasa kliwon di bulan tersebut. Bulan Muharam adalah bulan yang sakral bagi umat islam bahkan menjadi salah satu bulan suci bagi umat islam sebagai bentuk evaluasi diri, pengutaraan rasa syukur kepada Allah SWT  dan pergantian tahun pada kalender Hijriah. Begitupun dalam kacamata orang jawa yang telah terakulturasi kebudayan Islam dari animisme-dinamisme dan Hindu-Budha, hanya bedanya,, bagi sebagian masyarakat Jawa bulan Suro adalah bulan yang mistis atau keramat. Pada bulan ini, umumnya masyarakat Jawa tidak berani untuk melakukan kegiatan apapun, seperti pernikahan ataupun hajatan, dikarenakan takut menimbulkan petaka bagi keberlangsungan hidup mereka (Purwanti, 2010)

Kegiatan di bulan Sura biasanya adalah kegiatan selametan dan persembahan yang sering diikenal dengan istilah-istilah tirakatan (selametan) dan Sadranan atau Nadran (Pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi lauk pauk dan bermacam-macam kembang yang kemudian di Larung ke laut disertai dengan kepala kerbau) “Sedekah Laut”.

Dalam masyarakat Cilacap sendiri sedekah laut biasa disebut Larung sesaji, yang merupakan prosesi  menghanyutkkan sesaji ke laut sebagai bentuk pengungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penguasa laut pantai selatan, Nyai Roro Kidul. Sosok Nyai Roro Kidul sangat dihormati dikalangan nelayan Cilacap, mereka berpendapat bahwa Nyai Roro Kidul adalah Ratu Pantai Selatan yang menjaga, mengatur serta menghidupi kelangsungan kehidupan di Pantai selatan Jawa. Mereka juga berpendapat bahwa, penghasilan baik dan buruknya mereka melaut adalah tergantung dari bagaimana kebaikan dari Ratu Pantai Selatan, oleh sebab itu guna menarik mendapatkan ridho, berkah dan keselamatan dari sang ratu, maka setiap tahun masyarakat melakukan persembahan kepada Nyai Roro Kidul dalam bentuk “Sedekah Laut”.  

sedekah laut dicilapap bermula pada saat pemerintahan tumenggung cakrawerdaya III pada tahun 1871 yang memerintahkan masyarakat dan nelayan untuk melarung sesaji sebagai rasa syukur terhadap sang pencipta dan Nyai Roro Kidul. 

berikut merupakan prosesi Sedekah laut di cilacap 
  • Pemasangan baliho dan iklan oleh pihak pemerintah mengenai jadwal dan tempat pelaksanaan.
  • Sebelum hari pelaksaan, dilakukan nyekar atau ziarah ke Pantai Karang Bandung (Pulau Majethi).
  • Pengambilan air suci di sekitar Pulau Majethi, sebagai tempat tumbuhnya bunga Wijayakusuma.
  • Malam harinya dilanjutkan dengan Tirakatan di Pendopo Kabupaten
  • Pemotongan tumpeng, pembuatan sesaji dan jolen tunggul berbentuk rumah joglo, serta pernak-pernik  kelengkapan yang akan di larung, termasuk pemotongan kepala kerbau.
  • Esoknya, pembawaan sesaji (jolen) ke laut di iringi jolen tunggul dan jolen pendamping.
  • Pembawaan sesaji ke kapal nelayan yang telah dihiasi hiasan warna-warni untuk dilepaskan ke lautan.
  • Pelepasan sesaji ke laut, dilaksanakan secara khidmat.
  • Malam harinya, diadakan pertunjukaan wayang semalam suntuk dan acara berlangsung 2 hari penuh.
Dilihat dari sudut pandang Syariat Islam
Dari penjelasan diatas sekarang kita mencoba untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang Syariat Islam. Diatas telah dijelaskan bahwa Sedekah laut dilaksanakan untuk mengungkapkan rasa syukur dan memohon keberkahan dan keselamatan kepada Tuhan dan Penjaga laut kidul yang biasa disebut Nyai Roro kidul. Dalam hal ini kita bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa kegiatan tersebut termasuk kegiatan Syirik atau mempersekutukan Allah SWT, karena kegiatan tersebut selain bertujuan kepada Allah juga kepad Nyai Roro Kidul. Syirik adalah kegiatan mempersekutukan Allah, atau melakukan penyembahan kepada selain Allah SWT. dan Dosa Syirik tidak akan diampuni
Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia Telah berbuat dosa yang besar. (QS. An Nisa: 48)
Diriwayatkan dari shohabat Abdulloh bin Mas’ud rodiallohu anhu berkata: bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

“Barangsiapa mati dalam menyembah sesembahan selain Alloh sebagai tandingannya, maka masuklah ia kedalam neraka.” (HR. Bukhori)
Syirik merupakan dosa yang sangat besar, bahkan dikatakan dosanya tidak akan diampuni oleh Allah SWT.

Selain kegiatan tersebut merupakan Syirik, kegiatan tersebut merupakan sebuah bentuk Khurafat. Khurafat adalah salah satu bentuk penyelewengan dalam aqidah Islam. Amalan Khurafat mengalihkan kepercayaan manusia/ ketergantungan manusia dari meminta hanya kepada Allah kepada makhluk ciptaan Allah. 


Selain budaya Sedekah laut yang telah dijelaskan diatas, masih banyak budaya-budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti jatilan / kuda lumping yang didalamnya terdapat upacara pengundangan roh-roh halus dsb.

Kesimpulan
Dilain sisi hal tersebut merupakan hal yang dilarang oleh Allah SWT, namun itu merupakan budaya lokal Indonesia yang meupakan kekayaan budaya Indonesia. Kita juga tidak bisa serta - merta melarang kegiatan tersebut untuk dilaksanakan, karena itu merupakan suatu hak kepercayaan yang telah diatur oleh undang - undang. Indonesia bukanlah negara Islam yang mewajibkan setiap warganya untuk melaksanakan syariat Islam. lalu bagaimana sikap yang harus kita ambil ? itu kembali lagi kepada kita. Kalau saya pribadi tidak mau mengambil resiko dengan melanggar Syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT karena saya adalah seorang muslim. Seperti telah dijelaskan diatas kebudayaan merupakan sesuatu yang berasal dari manusia , sedangkan syariat Islam adalah hukum yang sudah tetap ditetapkan oleh Allah SWT yang tidak dapat diganggu gugat oleh apapun itu, maka apakah kita akan mempertaruhkan hukum yang telah dibuat oleh tuhan hanya untuk mempertahankna sesuatu yang berasal dari manusia yang tidak lain adalah ciptaan-Nya. Namun, kita juga harus tetap menghormati apa yang orang lain lakukan karena itu merupakan hak kepercayaan mereka. 

Wallahua'lam 

Demikian artikle saya, saya tidak bermaksud memojokkan siapa-siapa disini. disini saya hanya ingin mengemukakan pendapat saya. Apabila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya :)

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

sumber : Parsudi Suparlan. 2003. Hubungan Antar Sukubangsa. Jakarta. Yayasan Ilmu Kepolisian: hal 2, kurmasahira.com/Definisi Syirik, Wikipedia Indonesia, Budaya. Purwanti, S., Wahyu., Dwi. 2010. Sedekah Laut dalam Masyarakat Nelayan Cilacap. Semarang : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Vol 5. No 1.Hal 52.

Senin, 29 Oktober 2012

Selembar kertas putih

Seorang anak yang suka
mencari-cari kesalahan.
Dengan cekatan, ia akan
mampu menunjukkan
kesalahan teman-teman dan
orangtuanya. Bahkan jika sesuatu terjadi pada dirinya,
maka ia menyalahkan teman
dan orangtuanya. “Aku jatuh karena Ayah
meletakkan ember di
sembarang tempat,
” kata
anak tersebut. kepada
ayahnya saat ia terjatuh di
kamar mandi. “Kamu mengalami musibah ini
karena kamu tidak berhati-
hati. Oleh karena itu, kalau
berjalan harus hati-hati,” kata
anak tersebut. kepada
seorang anak lain yang terkilir kakinya. Pada suatu hari, anak itu
berjalan-jalan di pinggir hutan.
Matanya tertuju pada
sekelompok lebah yang
mengerumuni sarangnya.
“Wah, madu lebah itu pasti sangat manis. Aku akan
mengambilnya. Aku akan
mengusir lebah-lebah itu !” Ia
pun mengambil sebuah galah
dan menyodok sarang lebah
itu dengan keras. Ribuan lebah merasa terusik dan
menyerang anak itu. Melihat
binatang kecil yang begitu
banyak, anak itu lari terbirit-
birit. Lebah- lebah itu tidak
membiarkan musuhnya pergi begitu saja. Satu …dua …tiga,
lebah-lebah menghajar dengan
sengatan.
“Aduh …..tolong ….. !” Byur !
Anak itu menceburkan
dirinya ke sungai. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu
pergi meninggalkan anak itu
yang kesakitan. “Mengapa Ayah tidak
menolongku ? Jika Ayah
sayang padaku, pasti sudah
berusaha menyelamatkanku.
Semua ini salah Ayah!”
Ayahnya diam sejenak, lalu mengambil selembar kertas
putih. “Anakku, apa yang kamu
lihat dari kertas ini? Itu hanya
kertas putih, tidak ada
gambarnya,” jawab anak itu.
Kemudian, ayahnya mentoreh
di kertas putih dengan sebuah titik berwarna hitam. “Apa yang kamu lihat dari
kertas putih ini? Ada gambar
titik hitam di kertas putih itu!
Anakku, mengapa kamu
hanya rmelihat satu titik
hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas
ini berwarna putih. Betapa
mudahnya kamu melihat
kesalahan Ayah! Padahal
masih banyak hal baik yang
telah Ayah lakukan padamu.” Ayahnya berjalan pergi
meninggalkan anaknya yang
duduk termenung.

Istigfar dan wiper


Ketika hujan turun, kaca
mobil kita akan terbasahi
dengan butiran-butiran air
hujan yang jumlahnya
mungkin jutaan. Dengan
jutaan butiran air hujan itu kaca mobil kita menjadi
buram, pandangan mata kita
ke jalan jadi kabur. Namun
demikian, kita pun secara
refleks memegang tuas atau
tombol penggerak wiper.
Semakin deras hujan maka
akan kita stel wiper dengan
kecepatan yang lebih tinggi.
Dengan wiper, maka guyuran
butiran air hujan pun dapat
tersapu dan tersingkirkan dari kaca mobil, sehingga kita pun
dapat melihat jalan di depan
kita. Jalan yang tadinya
terlihat buram, sedikit dapat
terlihat, sehingga kita pun
dapat menjalankan mobil dengan baik. Begitu juga dengan istigfar.
Istighfar dapat membersihkan
dosa-dosa kita dan sekaligus
juga kita bisa menatap masa
depan dengan lebih terang dan
tenang, sehingga mempengaruhi cara berpikir
kita. Semakin banyak
beristigfar maka semakin
bersihlah diri kita, sehingga
kita pun semakin luas
pandangan ke depan. Rasulullah SAW saja, manusia
suci yang sudah dijamin
masuk surga beristighfar lebih
dari 70 kali dalam sehari (HR.
Bukhari).
Bisa bayangkan kalau wiper itu tidak kita nyalakan.
Tentunya mata kita tidak bisa
melihat jalan ke depan dengan
jelas karena terhalang oleh
butiran air hujan. Begitu pula
dengan istigfar. Bagaimana kalau seandainya istigfar
tidak pernah kita kerjakan,
maka tentunya makin
tertutuplah mata hati kita.
Semakin kita lupa istigfar,
maka semakin bertumpuklah dosa-dosa kita. Dan yang lebih
dari itu adalah pandangan kita
semakin tertutup oleh nafsu
kita sendiri. Sehingga kadang-
kadang kita pun susah
berpikir dengan jernih. Dengan tidak kita nyalakan
wiper, sementara mobil tetap
kita jalankan maka besar
kemungkinan kita akan
menabrak semua yang ada di
depan dan di kanan kiri jalan. Pohon-pohon akan tertabrak,
begitu juga warung-warung
di pinggir jalan, ataupun
pengguna jalan yang lain pun
bisa tertabrak. Singkatnya,
orang lain di pinggir jalan yang tidak bersalah bisa kena
getahnya dengan ulah kita itu.
Bisa banyak korban
berjatuhan karena kesalahan
kita. Maka sungguh beruntung
orang-orang yang senantiasa
gemar beristighfar, karena
dengan istighfar Allah SWT
akan memberi ampunan
terhadap dosa dan kesalahan kita. Dan barang siapa yang
mengerjakan kejahatan dan
menganiaya dirinya,
kemudian ia mohon ampun
kepada Allah, niscaya ia
mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS.4.110) Begitulah istigfar dan wiper,
keduanya sama-sama
membersihkan. Semoga Allah
SWT selalu menjadikan kita
sebagai hamba yang gemar
beristighfar. Amin..

Sabtu, 27 Oktober 2012

Cerita Renungan : Dibalik Sebutir Nasi

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... “Sesungguhnya mubadzir ( pemborosan ) itu saudara-saudara syaithan”. (Isro' / 27)

Sahabat yang dicintai Allah SWT, terfikirkah oleh kita bahwa ketika sebuah hidangan telah siap di meja dan siap untuk kita nikmati, ada sekian banyak faktor pendahulu yang mesti menjadi renungan bagi kita semua agar rasa syukur kita kepada Allah SWT makin terasah dan berkualitas.

Ada sekian banyak petani yang banting tulang peras keringat untuk membajak, menanam dan mengairi sawah untuk sepiring nasi dan semangkuk sayur kita, ada para peternak yang dengan penuh kesabaran memelihara hewan ternaknya untuk sekerat lauk buat kita, ada sekian banyak kuli panggul, tukang masak, dan para buruh lainnya yang siap memberikan pelayanan untuk kepuasan kita. Dan masih banyak faktor lain yang perlu kita cari dan kita renungkan.

berikut ini kisah yang akan memicu kita menjadi hamba yang sangat mensukuri nikmat Allah SWT.

Dikisahkan di sebuah kerajaan kecil,sang raja mempunyai seorang putra yang sangat di manjakan. Merasa sebagai anak semata wayang sekaligus putra mahkta kerajaan,dia tumbuh menjadi remaja yang urakan,tidak tahu sopan santun dan tidak mau menghargai Orang lain.

Ia bahkan suka melecehkan para pengasuhnya. Karena itu, pangeran kecil ini di benci dan di hindari oleh para pengasuh maupun pegawai istana lainnya.

Walau di benci dan di jauhi,pangeran kecil ini masih punya satu-satunya sahabat seusia yang setia kepadanya, yaitu si bocah laki-laki anak dari si juru masak istana. Si bocah tinggal di bangunan kecil jauh di belakang istana kerajaan. Karena dilarang menginjakkan kakinya ke dalam istana, maka sang pangeran kecillah yang biasanya datang bermain ke rumah si bocah.

Suatu hari, pangeran kecil meminta bocah untuk menemaninya makan siang di ruang makan istana. Bukan menemani makan, tetapi berdiri manis menunggui sambil melihat sang pangeran makan.

Sesaat sebelum makan, pangeran kecil terlihat menundukkan kepala sambil mulutnya berkomat-kamit seolah sedang berdoa. Sejenak kemudian, pangeran kecil mulai melahap hidangan yang tersaji di meja makan. Semua jenis makanan yang enak, enak dan mahal dicicipi. Sang Pangeran bersantap sambil bertingkah seperti orang yang sedang kelaparan dan ingin menghabiskan semua makanan di atas meja. Kadang ia hanya mencuil dan menggigit makanannya, lalu memuntahkan dan membuang sisanya di meja.

Meja makan jadi berantakan dan sisa-sisa makanan berserakan di mana-mana. Sang pangeran seperti sedang mengolok-olok sahabatnya yang hanya berdiri memandanginya.

Tapi bukannya merasa dihina, si bocah kecil itu malah tersenyum-senyum sedari tadi.

Pangeran kecil pun jadi tersinggung dan marah melihat kelakuan sahabatnya. “Hai… apa yang kamu tertawakan? Beraninya kamu tertawa seperti itu dihadapanku ? Kamu iri melihat aku makan enak?” teriak pangeran kecil. “ tidak, tidak ada apa-apa…,” jawab si bocah. “kalau tidak ada apa-apa, mengapa kamu tertawa ? Apanya yang lucu ?” tanya sang pangeran sengit.

” Pangeran jangan cepat marah. Hamba sungguh senang dan tidak menyangka sama sekali, bawa seorang pangeran pun ternyata juga berdoa sebelum makan. Apa yang pengeran ucapkan dalam doa tadi?” tanya si bocah.

“Walaupun aku seorang pangeran, aku juga orang beragama. Di agamaku sejak kecil diajarkan, supaya setiap hendak makan mengucapkan doa terimakasih kepada yang maha kuasa, atas pemberian makanan yang dihidangkan untukku,” jelas sang pangeran dengan bangga. Si bocah kecil tetap saja tersenyum-senyum.

Tapi kali ini ia berani berkata demikian,” menurut pendapat hamba yang mulia, rasa syukur dan terimakasih itu akan lebih berarti bila ditujukan juga kepada orang-orang yang telah menyediakan semua bahan makanan, dan memasak hingga tersaji hidangan di meja ini,” kata si bocah.

”Lihatlah sisa makanan yang berceceran di piring dan meja itu. Perlu berapa orang untuk membuat itu semua?” “apa maksud kata-katamu itu ? Aku kan seorang pangeran yang boleh berbuat apa saja sesuai kehendakku…” kilah sang pangeran.

Tanpa banyak mendebat si bocah tadi mengajak Sang Pangeran menuju ke dapur istana untuk melihat para pekerja dapur yang begitu sibuk menyiapakan makanan serta membuat berbagai
macam masakan.

Saat mereka berkeliling, dari pintu belakang istana tampak seorang petani sedang membawa sekarung beras sebagai hantaran wajib ke istana.

Pangeran kecil menyapa si petani bak seorang raja yang berkuasa,

”hai…paman…terima kasih atas persembahanmu, bagaimana panen padi kali ini?” tanya sang pangeran berlagak bijak.

”panen kali ini buruk sekali,Tuan,”jawab si petani ketakutan.”sudah tiga bulan kami bekerja keras, dari membajak, menanam, mengairi sawah sampai memupuk tanaman, tapi hasilnya sia-sia . Sawah ladang dihancurkan tikus dan hama wereng. Jadi, ampuni kami karena hanya mampu mempersembahkan sekarung beras ini, hanya itu yang kami punya. Karena kami pun belum tahu bagaimana memberi makan anak istri kami,” ujarnya sambil menghela nafas panjang.

Mendengar jawaban itu, pangeran kecil tesentak dan baru tersadar. Ternyata rakyatnya sangat menderita dan terancam kelaparan.Sementara dirinya malah menyia-nyiakan dan membuang-buang makanan yang begitu beharga.

Sang pangeran kecil kemudian lari meninggalkan tempat itu karena merasa malu pada diri sendiri. Sejak peristiwa itu, tingkah laku pengeran kecil berubah total. Ia menjadi anak yang sopan dan mau menghargai orang lain. Setiap kali makan, ia selalu mengingatkan dirinya sendiri, ”jangan sisakan sebutir nasipun di piringmu…!”

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS 14:7)

Mulai saat ini jika masih ada tersisa hidangan di piring kita, ingatlah masih ada jutaan saudara kita yang masih kekurangan gizi dan makan.

Kisah Pemuda Miskin dan Gadis Kaya

Kisah cinta itu banyak sekali didunia ini,bro.Kita tidak bisa menyelami semuanya untuk mengetahui makna cinta yang sebenarnya.
Kita tidak pernah bisa tau bagaimana masa depan akan merubah seseorang.Setiap hidup,ada garis takdir yang terus berjalan,seiring nafas kita bekerja.Setiap manusia tidak hidup dari sesuatu yang tidak bertujuan.Kisah renungan yang sangat bagus ini bisa masbro baca untuk menambah motivasi masbro.

Seorang Pemuda miskin mencintai seorang gadis kaya. Suatu hari Pemuda itu nembak si gadis


Gadis itu berkata, "Dengar ya, gaji bulanan Anda sama dengan pengeluaran harianku..!

Haruskah aku pacaran dengan Anda? Aku tidak akan pernah mencintai Anda. Jadi, lupakan diriku dan pacaran dengan orang lain yang setingkat dengan Anda"

Tapi entah kenapa si Pemuda tidak bisa melupakannya begitu saja.

10 tahun kemudian, mereka bertemu disebuah pusat perbelanjaan.

Wanita itu berkata, "Hei Kamu!! Apa kabar? Sekarang aku sudah menikah. Apakah kamu tahu

berapa gaji suamiku ? Rp.20 juta perbulan! Dapatkah kamu bayangkan ? Dia juga sangat cerdas"

Mata Pemuda itu berlinang air mata mendengar kata-kata wanita itu,

Beberapa menit kemudian suami wanita itu datang. Sebelum wanita itu bisa mengatakan sesuatu,

suaminya berkata :"Pak...?! Saya terkejut melihat Anda disini. Kenalkan istri saya."

Lalu dia berkata kepada istrinya, "Kenalkan Bossku, Boss masih lajang lho..

Dia mencintai seorang gadis tapi gadis itu menolaknya. Itu sebabnya dia masih belum menikah.

Sial sekali gadis itu.. Bukankah sekarang tidak ada lagi orang yang mencintai seperti itu??. "

Wanita itu merasa terkejut dan malu sehingga tidak berani melihat kedalam mata si Pemuda

Kadang orang yang kita sakiti dan kita hina jauh akan lebih sukses dari pada yang kita bayangkan ... Setelah semua terjadi timbullah sebuah penyesalan dari dirinya ...

Kadang orang yang di hina akan memakai hinaannya untuk mengapai sebuah kesuksesan ...

Ini hanya sebagian cerita kehidupan nyata
Bukan harta yang akan membuat kita bahagia
†αpï bersyukurlah yang membuat kita bahagia!!!

Seperti biasa masbro,setelah membaca artikel diatas,saya mengajak masbro membaca tentang 15 kesalahan dalam cinta yang seringkali terjadi bagi para remaja.Semoga artikel diatas dapat memginspirasi masbro agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.