Kamis, 11 Juli 2013

Kisah Pengusaha Tomat Sangat Sukses

Ditolak Bekerja Di Microsoft Berubah Menjadi Pengusaha Tomat – Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai ‘office boy’ di Microsoft. Manajer SDM mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.
‘Anda bekerja “katanya.

“Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja.”
Pria itu menjawab, “Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email ‘. “Maafkan aku”, kata manajer HR. Jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan. “
Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $ 10 di saku. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10kg peti tomat. Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.
Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $ 60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan jualannya hari demi hari uang keuntungan yg didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.
5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa. Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.
Pria itu menjawab, “Aku tidak punya email.”
broker itu menjawab ingin tahu mengapa ia tidak punya email,
‘Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email!!? ”
Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, “Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!”
Pesan dari cerita diatas:
Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup terlalu lama sehingga tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. Jangan pernah berhenti berusaha dan jangan menyerah karena gagal, serta berani melangkah.

Senin, 08 Juli 2013

Ru’yatul (Melihat) Hilal, Cara Menentukan Awal Puasa dan Hari Raya

Terdapat berbagai dalil yang jelas dan tegas dari berbagai hadis Rasulullah tentang penggunaan ruyat dalam menentukan awal puasa maupun hari raya, sebagaimana yang diyakini dan dipahami oleh jumhur (kebanyakan ulama).Ke-empat mahzab yang ada semuanya juga sepakat untuk tidak memakai hisab
(perhitungan) dalam penetapan bulan Ramadhan atau Syawwal.
Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Syaban menjadi tiga puluh hari.” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyebut Ramadhan, lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal (bulan Ramadhan) dan jangan pula kalian berbuka (tidak berpuasa) sampai kalian melihatnya (bulan Syawwal). Jika awan menyelimuti kalian maka perkirakanlah untuknya.”
Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “…Al-Mazari mengatakan, Jumhur Fuqaha telah mengarahkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : perkirakanlah untuknya kepada makna bahwa yang dimaksudkan adalah dengan menyempurnakan hitungan bulan menjadi 30 hari, sebagaimana yang dia tafsirkan di dalam hadits lain. Mereka mengatakan, ‘Tidak boleh dimaksudkan bahwa perhitungan itu berdasarkan perhitungan hisab ahli falak/hisab, karena seandainya orang-orang itu dibebani hal itu, niscaya mereka akan merasa kewalahan, karena hal itu tidak dapat diketahui kecuali hanya oleh beberapa orang tertentu saja, sedangkan syari’at Islam dapat diketahui oleh banyak orang. Wallaahu a’lam…” (Shahiih Muslim bi Syarh an-Nawawi (VII/189)).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, “…Kita telah mengetahui dari ajaran Islam bahwa mengamalkan ru’yah hilal puasa, haji, iddah, ila’ atau hukum-hukum lainnya yang berkaitan dengan hilal berdasarkan berita dari orang yang melakukan hisab dengan pernyataan bahwa dia telah melihat atau tidak melihat adalah tidak boleh. Cukup banyak nash dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal tersebut. Kaum muslimin telah sepakat mengenai hal tersebut, dan tidak diketahui adanya perbedaan pendapat mengenai hal itu dari sejak dahulu kala…” (Majmuu Fataawaa Syaikhil Islam Ibni Taimiyyah (XXV/132))
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan, “…Yang dimaksud dengan hisab di sini adalah perhitungan bintang dan perjalanannya dan mereka tidak mengetahui hal tersebut, kecuali hanya sedikit orang saja. Oleh karena itu, hukum yang terkait dengan (awal atau akhir) puasa dan yang lainnya adalah dengan memakai ru’yah untuk menghilangkan kesulitan dari mereka dalam melakukan hisab perjalanan bintang yang cukup berat. Hukum itu terus berlaku pada puasa, meskipun setelah itu ada orang yang mengetahui hal tersebut. Bahkan, lahiriah hadits ini mengandung penolakan terhadap penyandaran hukum (penentuan bulan) pada hisab. Hal itu dijelaskan oleh sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam hadits terdahulu: “Dan jika awan menaungi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan, “Maka tanyakanlah kepada ahli hisab.” Dan hikmah dalam hal itu, bahwa jumlah hitungan pada saat berawan (mendung) dan hitungannya menjadi sama bagi orang yang hendak berpuasa sehingga perbedaan dan perselisihan itu dihilangkan dari mereka…” (Fat-hul Baari (IV/127)).
Bagaimana dengan pendapat yang menyatakan bahwa metode hisab adalah metode yang penghitungannya sangat akurat, dan dijadikan sebagai pembantu untuk menetapkan awal bulan Ramadhan apabila cuaca sedang tidak baik dimana kemunculan bulan bisa saja terhalang oleh awan?
Seharusnyalah kita mencukupkan diri dengan apa yang telah dijelaskan Rasulullah dalam hadisnya. Islam adalah mudah dan bisa dimengerti oleh setiap orang. Allah sudah memberikan kemudahan kepada kita dengan cara melihat langsung bulan yang bisa terlihat oleh siapa saja. Kenapa harus dibuat rumit dan sulit dengan memakai perhitungan yang hanya orang tertentu saja yang tahu?
Dan sekali-kali Dia tidak menjadikan untukmu dalam agama suatu kesempitan…”[Al Quran, Surah Al-Hajj: 78]
Tidakkah kita merasa cukup dengan apa yang sudah Allah dan rasulnya tetapkan ? Kenapa harus menambah-nambah hal-hal dalam agama dalam suatu hal yang tuntunannya jelas-jelas ada dalam agama ? Tentang bulan yang tertutup awan atau cuaca tak bagus, bukankah jelas-jelas di dalam hadis rasulullah di awal tulisan ini yang menyuruh kita menggenapkan bulan syaban menjadi 30 hari jika bulan tertutup awan?
Selain itu, ilmu falak atau astronomi sebagaimana yang digunakan dalam hisab sudah ada sejak dulu kala, termasuk di era rasulullah hidup, walaupun mungkin tak berkembang di dunia arab. Tetapi tetap saja Rasulullah tak pernah menyuruh umat Islam belajar atau bertanya pada ahli perbintangan/hisab untuk menentukan awal puasa dan hari raya. Perhatikan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya kami adalah umat yang buta huruf, tidak dapat menulis dan tidak pernah menghisab, jumlah hari-hari dalam sebulan adalah begini dan begini (sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya).” (Diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))
Yakni, terkadang 29 dan terkadang 30 hari. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahih al-Bukhari (III/25) dan Shahiih Muslim (III/124))
Mengenai harus berapa orang yang melihat hilal, ulama berbeda pendapat. Diantara yang dianggap rajih (kuat) adalah dalam menetapkan hilal Ramadhan cukup dengan kesaksian satu orang saja. Sedangkan pada ru’yah hilal bulan Syawwal harus didasarkan pada kesaksian dua orang.
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Di antara petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah tidak membolehkan seseorang memasuki puasa Ramadhan kecuali dengan ru’yatul hilal yang sudah terbukti, atau kesaksian satu orang, sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa berdasarkan pada kesaksian Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Selain itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berpuasa berdasarkan kesaksian seorang Badui dan bersandar pada pemberitahuan dari keduanya…”( Zaadul Ma’aad (I/1325))
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan, “… Penyandaran ru’yah tidak pada setiap orang, tetapi yang dimaksudkan dengan hal tersebut adalah ru’yah sebagian orang saja, yaitu orang yang bisa dipercaya untuk itu. Menurut Jumhur Ulama adalah satu orang, sedangkan menurut yang lainnya adalah dua orang…” (Fat-hul Baari (IV/123), Lihat juga kitab Haasyiyah Ibni Abidin (II/384 dan setelahnya), Syarh ash-Shaghiir (II/219 dan setelahnya), Raudhatuth Thaalibiin (II/345), al-Mughni (IV/325 dan setelahnya), Subulus Salaam (II/207 dan setelahnya))
Untuk menerima kesaksian ru’yatul hilal ini disyaratkan agar orang yang memberi kesaksian itu harus sudah baligh, berakal, muslim, dan beritanya dapat dipercaya atas amanat dan penglihatannya.
Kesaksian anak kecil tidak dapat dijadikan dasar penetapan masuk dan keluarnya bulan Ramadhan, karena ia tidak dapat dipercaya. Demikian juga halnya dengan seorang yang tidak waras (gila).
Kesaksian orang kafir juga tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata kepada orang Badui tersebut:
Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya aku adalah Rasulullah.”
Dengan demikian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyandarkan penerimaan kesaksian seseorang itu pada keislamannya.
Orang yang beritanya tidak dipercaya karena telah dikenal suka berbohong atau suka bertindak tergesa-gesa atau karena dia memiliki pandangan lemah yang tidak memungkinkan baginya untuk melihat hilal, maka kesaksiannya tidak dapat dijadikan dasar untuk menetapkan bulan Ramadhan. Hal tersebut karena adanya keraguan terhadap kejujuran dan sifat dusta yang dominan pada dirinya.
Terlepas dari ketentuan menggunakan ru’yat (melihat hilal) dalam agama untuk menentukan awal puasa dan hari raya, umatIslam seharusnya tunduk dan patuh pada keputusan pemerintah masing-masing negaramenyangkut awal puasa dan hari rayasekalipun ada kontroversi dalam pengambilan keputusannya.

Sabtu, 06 Juli 2013

JEMPUT AKU SAYANG

Seorang cewek yang tinggalnya diluar kota ingin pulang ke Jakarta, ceritanya seperti ini,

Pukul 19.15 via telepon :

cewek : sayang…. aku sudah di airport, kamu jemput aku ya..?

cowok : kamu sudah ada di airport..? kok tidak kasih kabar dulu sih, aku lembur, ada kerjaan penting yang harus aku selesaikan, mungkin 2 jam lagi baru selesai


cewek : tidak apa-apa sayang, aku tungguin

cowok : lagian kamu pulang mendadak, tidak kasih tau lagih

cewek : maaf sayang,, kakak lagi diluar kota, mama lagi tidak enak badan, lagi pula pengennya yang pertama kali aku liat itu kamu.. maaf kalau aku nyusahin kamu

cowok : iya tidak apa-apa,, tunggu 2 jam lagi yahh

1 jam kemudian

cewek : halo,, sayang, belum selesai yah kerjaannya ?

cowok : gimana mau selesai kalo kamunya telepon mulu !!! udah yah tunggu 1 jam lagi, byee

cewek : hallo sayang… yahh sudah ditutup teleponnya

Melihat handphonenya terus berdering panggilan dari ceweknya, dia pun menonaktifkan handphonenya.

Pukul 22.00 setelah pekerjaannya selesai si cowok pun langsung menuju bandara tanpa mengaktifkan handphonenya terlebih dahulu. Sesampainya dibandara dia mencari ceweknya, tapi tidak ditemukan. Lalu dia mengaktifkan handphonenya ada 5 sms yang diabaikannya.

Dia menelepon ceweknya dan handphonenya pun sudah tidak aktif lagi. “kalau hanya tidak dijemput, kenapa mesti marah sampai mematiakn handphonenya sii !!” gerutunya.

Sii cowok pun menuju kerumah ceweknya namun tidak ada orang,dia ingin melangkahkan kakinya pergi namun, terhenti ketika ambulance datang.

Kakaknya si cewek pun turun dari ambulance tersebut, kemana saja kamu !!!

Penjahat itu sudah menusuk adik ku, dia menunggu mu, bukan menunggu kematiiannya ! berkali-kali aku memintanya pulang, tapi dia tetap bersih keras menunggu kamu disana. Kalo gini caranya, siapa yang kehilangan dia, bukan kamu, tapi kita semua.

Si cowok pun hanya diam mematung tanpa suara

Dibacanya sms dari ceweknya..

20.25 sayang kok hpnya dimatiin

20.30 sayang belum selesai yah kerjaannya

20.40 sayang ada yang perhatiin aku terus

20.45 aku takut, kamu dimana sayang

20.50 ya sudah aku pulang sendiri, sebenarnya aku pulang karna mau ucapin happy anniversary untuk kita, makanya gak mau dijemput siapapun. Makasih yah sayang untuk waktu 2 tahunnya. I love you. maafkan aku sayang.

 
#semoga bermanfaat.
“Jagalah apa yang kamu miliki sekarang, sebelum akhirnya kamu menyesal karena dia telah tiada.”

Kamis, 04 Juli 2013

Uang receh


Petang itu dalam sebuah meeting yang dihadiri sejumlah top management suasana agak tegang saat salah seorang General Manager akan dicopot dari jabatannya oleh sang Bos dikarenakan beberapa kasus dan prestasi buruk sepanjang tahun. Di ruangan yang dingin itu dibahas hal-hal apa saja yang akan dilakukan untuk pembenahan operasional salah satu anak perusahaan, termasuk menentukan siapa calon penggantinya.


Dipastikan ada seseorang yang harus meninggalkan perusahaan tapi di sisi lain ada peluang yang akan membuat seseorang mendapatkan promosi. Di tengah-tengah rapat sang Bos bertanya kepada orang-orang kepercayaannya tentang siapa calon pengganti yang pantas. "Silahkan usulkan, sebut saja nama, malam ini juga kita harus bikin keputusan"

Nama demi nama disebutkan oleh peserta rapat di ruangan itu, dari beberapa nama yang muncul ke permukaan terlihat beragam reaksi dari si Bos, mulai dari nama yang tak dikenal sama sekali, ada yang agak dikenal, ada yang lupa-lupa ingat, hingga yang dikenal dengan sangat baik karena reputasinya yang baik atau sebaliknya.

Nampak si Bos bimbang dalam menetapkan hingga salah seorang direkturmembicarakan nama seseorang yang tadi paling banyak disebut. Kening si Bos nampak berkerut namun matanya bersinar menunjukkan ketertarikannya "Oh ya, saya ingat, dia pernah menjemput saya di bandara, kelihatannya orang ini cukup baik, bagaimana ?" Beberapa komentar mulai terucap "Saat kunjungan di lapangan, orang ini sangat dikenal baik oleh pelanggan-pelanggan kita" komentar seorang kepala divisi disusul nada positif lain mulai dari prestasinya, kepemimpinan, attitude, karakter, hingga komentar-komentar yang bersifat agak pribadi. Dan si Bos pun setuju memutuskan orang tersebut dipromosi menjadi GM dan minta dihubungi malam itu juga untuk besok pagi-pagi berangkat ke Jakarta untuk proses serah terima dengan GM yang akan digantikannya.

Sejenak saya tertegun menyaksikan proses pencarian calon pengganti yang juga proses promosi seseorang, sampai salah seorang direktur yang ada di dekat saya berbisik "Kamu tahu? Ini yang dinamakan mengumpulkan uang receh", Apa maksudnya Pak?" tanya saya penasaran.. "Ya, disadari atau tidak, ada banyak hal positif yang selama ini dilakukan oleh Bernard dan hal-hal kecil yang dilakukannya membuat banyak orang disini terkesan. Sekalipun itu hal-hal kecil, ibarat uang receh yang pada saat terkumpul dan dilakukan penghitungan, ternyata nilainya sangat tinggi"

Dalam hidup ini anda tidak harus melakukan hal besar sekaligus, ada banyak hal-hal kecil positif yang bisa kita lakukan dan saat waktunya tiba, nilai dari kumpulan uang receh itu sungguh diluar dugaan.

Senin, 01 Juli 2013

Hanya seorang buruh

Aku bukan orang yang suka menguping percakapan orang lain. Tapi pada suatu malam, sewaktu aku melintasi halaman rumah kami, aku ternyata melakukannya. Istriku sedang berbicara kepada anak bungsu
kami selagi ia duduk di lantai dapur. Jadi aku berhenti untuk mendengarkan di luar pintu belakang.
Sepertinya ia mendengar beberapa anak menyombongkan pekerjaan ayah mereka. Bahwa semuanya para eksekutif hebat ...... lalu mereka bertanya pada Bob, anak kami, "Papamu memiliki karier bagus macam apa ?" mulailah mereka bertanya. Bob menggumam perlahan sambil memalingkan muka, "Ia hanya seorang buruh".

Istriku yang baik menunggu sampai mereka semua pergi, lalu memanggil masuk putra kami. Katanya, "Mama ingin bicara sama kamu, Nak" seraya mencium pipinya yang berlesung pipit. "Kamu bilang, papamu hanya seorang buruh, dan apa yang kamu katakan itu betul. Tapi Mama ragu, apakah kamu tahu apa artinya yang sebenarnya, jadi Mama akan menjelaskan padamu."

"Dalam seluruh industri yang membuat negeri kita hebat Dalam semua toko dan warung dan truk yang menarik muatan setiap hari.... Setiap kali kamu melihat rumah baru dibangun, ingatlah, anakku. Diperlukan seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"

"Kalau semua bos meninggalkan meja mereka dan libur selama setahun. Roda industri masih bisa berjalan berputar dengan cepat. Jika orang seperti papamu berhenti bekerja, industri itu tak bisa berjalan. Perlu seorang buruh biasa untuk menyelesaikan pekerjaan besar itu!"

Aku menelan air mata dan berdeham saat memasuki pintu. Mata putra kecilku berbinar gembira saat ia melompat dari lantai. Ia memelukku sambil berkata, "Hai, Pa, aku bangga jadi anak Papa .... Karena Papa adalah satu dari orang-orang istimewa yang menyelesaikan pekerjaan besar."

Tiap Hari Adalah Istimewa

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil berkata: "Ini pakaian dalam yang sangat spesial."

Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode penjualannya yang rumit.


"Jane membelinya delapan atau sembilan tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya. Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa.Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu," kata kakak iparku lemah.

Ia mengambil pakaian dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di tas tempat tidur, bersama dengan pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka.

Ia memegang pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut keras-keras sambil berkata keras padaku: "Jangan pernah menyimpan sesuatu yang istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istimewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku.

Aku juga memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah mengubah hidupku. Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.

Aku lalu memandang ke luar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah, tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal pergi beberapa hari.

Sesampai di rumahku sendiri, aku lalu menyempatkan diri untuk lebih Banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih teliti dan mensyukurinya.

Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari, tanpa menunggu ada pesta, ada tamu atau lainnya. Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan.

Saya pergi ke pasar memakai pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi tidak pelit terhadap diriku sendiri.

Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi ke pesta.

Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama. Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-hari ini", mempunyai makna yang sama bagi saya. Jika ada hal-hal yang layak didengar, ditonton, dibaca atau dikerjakan, saya akan berusaha mendengar, menonton, membaca atau mengerjakannya sekarang juga.

Saya tidak tahu apa kira-kira yang akan almarhum kakakku apabila ia tahu bahwa keesokan harinya ("besok" adalah kata-kata yang tidak pernah kita bayangkan akan tidak terjadi) ia sudah tidak akan ada lagi di dunia ini. Mungkin ia akan menelpon seluruh keluarganya dan beberapa teman dekatnya, mungkin ia akan menelpon teman-teman lamanya dan meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan di masa lalu. Saya bahkan juga membayangkan bahwa ia justru akan pergi ke sebuah restoran cina yang sangat ia sukai.

Tapi semua itu hanya perkiraanku saja. Kita tidak pernah tahu.

Lelaki berduka

Seorang lelaki penuh luka dalam hidupnya. Ia selalu merasa gagal dalam setiap pekerjaan bahkan dalam hal membina sebuah rumah tangga yang utuh dengan istrinya. Walaupun cintanya "tanpa pamrih," cinta yang utuh, tulus tanpa ada pertimbangan "untung dan rugi." Ia cinta pekerjaanya, ia cinta istri dan anak semata wayangnya, ia cinta akan mereka yang selalu mengasuhnya termasuk sahabat-sahabatnya.


Karena ia yakin cinta tanpa pamrihnya itu akan membawa hasil yang maksimal. Kegagalan yang ia rasakan semakin menggunung, seakan meledak saat itu akan meledak bagai bom yang bisa menghancurkan segalanya. Ia sadari kekurangannya. Tetapi kesalahan dan kegagalannya mengalahkan cintanya, hingga kemelut dirinya melitit hati terdalamnya. Ia selalu mengumpat orang lain yang membuat kegagalannya. Cinta tanpa pamrihnya luntur.

Melihat anaknya dirundung duka yang panjang, perempuan renta yang mengenalkan ia kedunia bertanya, "Anakku, apa yang yang membuat engkau berduka, bukankah hidup ini mulia, anakku."

Ia menjawab dengan lirih, "Ma, rasanya aku tak berdaya, tiada berguna aku hidup, nyawaku inipun tak mengandung arti apa-apa karena aku manusia pemarah dan selalu membuat kesalahan, padahal bukan karena aku."

Sang ibu berkata, " Itu masalah yang bisa diselesaikan anakku"

Ia menjawab dengan muka merah dan heran, "Aku gagal Ma, hidupku ini selalu jadi masalah, dan ini masalah besar bagiku dan orang lain."

Perempuan renta itu tidak mampu titik temu untuk meredakan emosi lelaki berduka.

Hari itu semakin gelap untuknya, dunia ini semakin gelap bahkan hidupnya tanpa matahari dan rembulan . Ia bergumam, "Hidup mulia? bukan, hidup ini tidak mulia, sayang. Hantu kegagalan terus mendayu dalam hatinya. Ia meraih seutas tali yang selama ini untuk menampung kegagalan. Bunuh diri! ya bunuh diri akan menyelesaikan masalahku." Ia berjalan menuju kebun yang selama ini menjadi tempat hiburannya.

Saat tali sudah mengikat menggantung leher dan pohon rambutan, sang ibu datang dengan tergopoh - gopoh.

"Anakku akan aku relakan engkau untuk mati dengan maumu, jika engkau tak mau dengar suara orang lain, beri barang sedetik untuk bertanya padamu. Kapan "masa emas" yang engkau alami selama hidupmu?"

Ia menjawab, "Saat aku merasa benar dan hidup kecukupan."

Sang Ibu menjawab, "Ya, mungkin itu yang selalu kamu harapkan dalam hidup ini hingga kesalahan, masalah yang ada dan kegagalan tidak engkau lihat sebagai awal untuk menemukan matahari, akhirnya tali itu akan mengakhirinya. Tapi bukan itu anakku, masa emas kita adalah 'Masa' dimana kita menyadari bahwa masalah itu timbul dari kita sendiri, bukan karena orang lain. Bila kita menyadari itu, kita bisa melihat apa yang membuat kegagalan, apa yang menjadi masalah dan bisa melihat pada diri kita sendiri, dan paling tidak kita akan punya kesempatan untuk memperbaiki dan mampu untuk tidak mengulanginya kembali, dan mencoba berusaha berbuat yang paling baik paling tidak untuk kita sendiri, Tetapi bila engkau masalah itu selalu engkau pikir disebabkan karena orang lain, engkau akan selalu merasa benar, padahal sebetulnya salah dan bila kesalahan lain menimpa akan menjadi bom yang siap meledakkan nyawamu. Kita sendiri menyumbang kegagalan itu, bukan ia dan bukan juga mereka, bahkan timbul dendam."

"Sekarang terserah engkau anakku, bila engkau masih mau dengar orang lain,dan kembali bersama mataharimu" lanjut sang ibu.

Perlahan ia lepaskan tali yang menggantung dilehernya, memeluk ibunya, memeluk istri dan anak tercintanya ia memeluk seluruh kehidupannya dan menemukan matahari